Fenomena War Tiket BTS: Ketika Pengalaman Lebih Diprioritaskan daripada Perencanaan Keuangan Pukul 11.50 siang, sepuluh menit sebelum penjualan tiket konser BTS dibuka, Alya sudah duduk di depan laptopnya. Di tangannya ada ponsel yang terus menampilkan hitung mundur menuju pukul 12.00. Jantungnya berdebar lebih cepat dari biasanya. Bagi sebagian orang, ini mungkin terdengar berlebihan. Namun bagi Alya, kesempatan melihat BTS secara langsung adalah mimpi yang telah ia tunggu selama bertahun-tahun. Ketika penjualan tiket dibuka, layar laptopnya langsung dipenuhi antrean virtual. Angka di depannya menunjukkan lebih dari seratus ribu orang sedang mencoba mendapatkan tiket yang sama. Alya terus menatap layar, berharap nomor antreannya bergerak lebih cepat. Di berbagai media sosial, ribuan penggemar lain juga sedang mengalami hal yang sama. Mereka saling berbagi tangkapan layar, mengeluh, berdoa, bahkan menangis karena gagal masuk ke halaman pembelian. Setelah hampir dua jam menungg...